ABSTRAK Al-Makky, Ahmad Farhan. 2026. Peran Kiai dan Asatidz dalam Mencegah Radikalisme Digital pada Santri melalui Internalisasi Karakter Ahlusunnah Wal Jama’ah di Pondok Pesantren Al-Idris Banyudono Ponorogo. Tesis. Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam, Pascasarjana, Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo. Pembimbing 1: Dr. Muhamad Asvin Abdur Rohman, M.Pd.I., Pembimbing 2: Dr. Samsudin, M.Pd. Kata Kunci: Radikalisme Digital, Karakter Ahlusunnah Wal Jama’ah, Pesantren. Perkembangan teknologi digital dan pesatnya penggunaan internet di masyarakat Indonesia telah menghadirkan dinamika baru dalam kehidupan beragama. Era digital membawa peluang besar dalam penyebaran pengetahuan, tetapi sekaligus risiko besar berupa radikalisme digital yaitu penyebaran ideologi ekstrem yang memanfaatkan ruang digital terutama generasi muda. Pesantren memiliki sejarah panjang sebagai tempat pendidikan Islam yang tidak hanya mentransmisikan ilmu agama, tetapi juga membentuk karakter ahlusunnah wal jama’ah dan watak keagamaan. Peneliti menemukan perhatian khusus dari pihak Pondok Pesantren Al-Idris Banyudono Ponorogo pencegahan radikalisme digital terhadap santri-santrinya, dengan penguatan karakter ahlusunnah wal jama’ah yang dilaksanakan dalam kegiatan setiap harinya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui peran kiai dan asatidz dalam mencegah radikalisme digital pada santri melalui internalisasi karakter ahlusunnah wal jama’ah di Pondok Pesantren Al-Idris Banyudono Ponorogo. (2) memaparkan proses internalisasi nilai-nilai karakter ahlusunnah wal jama’ah yang dilakukan oleh kiai dan asatidz dalam upaya mencegah radikalisme digital pada santri. (3) menjelaskan faktor pendukung dan penghambat peran kiai dan asatidz dalam mencegah radikalisme digital melalui internalisasi nilai karakter ahlusunnah wal jama’ah di Pondok Pesantren Al-Idris Banyudono Ponorogo. Adapun penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengambilan data penelitian berasal dari Pengasuh, Asatidz, Pengurus Pondok Pesantren dan Santri di Pondok Pesantren Al-Idris Banyudono Ponorogo. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa Hasil penelitian menunjukkan bahwa kiai dan asatidz memiliki peran yang sangat strategis dalam mencegah radikalisme digital melalui penguatan nilai-nilai karakter ahlusunnah wal jama’ah terutama untuk bersikap moderat dalam beragama, pembelajaran kitab kuning berbasis Ahlus Sunnah wal Jama'ah, keteladanan, pembinaan karakter, serta pendampingan penggunaan media digital. Strategi tersebut mampu membentuk kemampuan santri untuk bersikap kritis, melakukan tabayyun, dan menyaring informasi keagamaan sehingga tidak mudah terpengaruh oleh narasi radikal di ruang digital. Penelitian ini menegaskan bahwa pencegahan radikalisme digital di lingkungan pesantren lebih efektif dilakukan melalui penguatan literasi keagamaan dan pendidikan karakter yang terintegrasi dibandingkan melalui pendekatan yang bersifat represif semata.