Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pembiasaan religius dan kedisiplinan dengan kesiapan kerja siswa SMK Negeri 1 Slahung Ponorogo. Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan pentingnya kesiapan kerja sebagai salah satu capaian pendidikan vokasi yang tidak hanya berkaitan dengan kompetensi teknis, tetapi juga karakter dan sikap kerja siswa. Pembiasaan religius berkaitan dengan pembentukan nilai, integritas, tanggung jawab, dan pengendalian diri, sedangkan kedisiplinan berkaitan dengan ketepatan waktu, kepatuhan terhadap tata tertib, konsistensi belajar, pengendalian diri, dan kesadaran terhadap kewajiban. Berdasarkan fokus tersebut, rumusan masalah penelitian adalah: (1) apakah terdapat hubungan antara pembiasaan religius dengan kesiapan kerja siswa SMK Negeri 1 Slahung; (2) apakah terdapat hubungan antara kedisiplinan dengan kesiapan kerja siswa SMK Negeri 1 Slahung; dan (3) apakah terdapat hubungan secara bersama-sama antara pembiasaan religius dan kedisiplinan dengan kesiapan kerja siswa SMK Negeri 1 Slahung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif korelasional. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI SMK Negeri 1 Slahung Ponorogo yang berjumlah 483 siswa, sedangkan sampel penelitian sebanyak 84 siswa yang ditentukan menggunakan teknik proportional random sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pembiasaan religius (X?) dan kedisiplinan (X?), sedangkan variabel dependen adalah kesiapan kerja (Y). Data pembiasaan religius dikumpulkan melalui observasi dengan skala Likert, data kedisiplinan diperoleh melalui dokumentasi sekolah, sedangkan data kesiapan kerja dikumpulkan menggunakan kuesioner. Instrumen penelitian diuji melalui validitas dan reliabilitas sebelum digunakan dalam analisis. Teknik analisis data meliputi statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, korelasi Pearson Product Moment, regresi linier sederhana, dan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan religius memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kesiapan kerja siswa, dengan koefisien korelasi r = 0,670 dan signifikansi 0,000. Kedisiplinan memiliki hubungan positif, sangat kuat, dan signifikan dengan kesiapan kerja, dengan r = 0,885 dan signifikansi 0,000. Secara simultan, pembiasaan religius dan kedisiplinan memiliki hubungan yang sangat kuat dan signifikan dengan kesiapan kerja, ditunjukkan oleh R = 0,897, R Square = 0,804, dan F = 166,189 dengan signifikansi 0,000. Dengan demikian, kedua variabel independen secara bersama-sama menjelaskan 80,4% variasi kesiapan kerja siswa, sedangkan 19,6% sisanya berkaitan dengan faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan pembiasaan religius dan kedisiplinan merupakan bagian penting dalam mendukung kesiapan kerja siswa SMK. Kata kunci: pembiasaan religius, kedisiplinan, kesiapan kerja, siswa SMK, pendidikan vokasi.