Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, motivasi menghafal Al-Qur'an peserta didik berasal dari faktor internal berupa keinginan menambah hafalan, memperoleh prestasi, dan menjadi pribadi yang mampu menghafal Al-Qur'an dengan baik, serta faktor eksternal berupa dukungan orang tua, bimbingan ustadzah, lingkungan sekolah yang religius, dan adanya apresiasi terhadap pencapaian hafalan. Kedua, kebiasaan murojaah telah dilaksanakan baik di sekolah maupun di rumah, meskipun tingkat konsistensinya berbeda-beda pada setiap peserta didik. Ketiga, motivasi menghafal Al-Qur'an dan kebiasaan murojaah berperan penting dalam meningkatkan kemampuan hafalan karena mendorong peserta didik untuk mencapai target hafalan dan memperkuat hafalan melalui pengulangan yang berkelanjutan. Keempat, faktor pendukung pelaksanaan hafalan Al-Qur'an dan murojaah meliputi motivasi peserta didik, dukungan orang tua, bimbingan ustadzah, lingkungan sekolah yang kondusif, program tahfidz yang terjadwal, dan dukungan teman sebaya, sedangkan faktor penghambat meliputi kurangnya konsistensi murojaah, rasa malas, kelelahan, aktivitas bermain yang berlebihan, penggunaan gawai yang tidak terkontrol, serta perbedaan kemampuan menghafal peserta didik.