ABSTRAK Amin Saikudin, “Implementasi Program Tahfidzul Quran dan Program Keagamaan Madrasah dalam Mengembangkan Nilai Karakter Religius Peserta Didik di Madrasah Ibtidaiyah Sabilil Islam Ketandan Dagangan Madiun”Program Pascasarjana Pendidikan Agama Islam Institut Sunan Giri Ponorogo, 2026. Lembaga pendidikan tingkat dasar merupakan wadah yang penting pembentukan anak secara mendasar. MI Sabilil Islam merupakan salah satu madrasah yang menerapkan pendidikan karakter. Sebagai internalisasi nilai-nilai religius lembaga ini melakukan optimalisasi melalui program Tahfidzul Quran. yang dapat mendukung proses pembentukan karakter religius peserta didik. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Data di analisis menggunakan metode analasis Miles dan Huberman.Keabsahan data di cek elalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, triangulasi waktu. Hasil penelitian (1) Pembentukan karakter religius di MI Sabilil Islam didukung dengan adanya program Tahfidzul Quran. Pelaksanaan program Tahfidzul Qur’an diikuti oleh seluruh peserta didik kelas I sampai dengan kelas VI. Kegiatan dimulai dengan kegiatan berdo’a sebelum belajar, murojaah bersama, murojaah individu dan setor sesuai capainnya, penguatan ayat atau surah yang dihafalkan, berdo’a sesudah belajar (2) Bentuk Kegiatan Keagamaan dalam Pembinaan Karakter Religius Peserta Didik di MI Sabilil Islam cukup banyak. Adapun kegiatan keagamaan yang dilakukan setiap hari yaitu salat dhuha berjama’ah, tadarusan, salat dzuhur berjama’ah, baca tulis quran, salat adapun kegiatan ekstrakurikuler mengenai keagamaan yaitu tahfidz, habsyi, qiroah, al barzanzi, fasholatan sedangkan kegiatan keagamaan yang dilakukan setiap setahun sekali yaitu peringatan Hari Santri, Peringatan Hari Besar Islam (PHBI. (3) faktor-faktor yang menghambat implementasi program tahfidzul Quran dan program keagamaan madrasah dalam mengembangkan nilai karakter religius peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah meliputi rendahnya motivasi peserta didik, perbedaan kemampuan membaca dan menghafal Al-Quran, keterbatasan kompetensi guru, dan minimnya dukungan orang tua.Faktor-faktor tersebut saling berkaitan dan memengaruhi keberhasilan program dalam membentuk karakter religius peserta didik secara menyeluh Kata kunci: implementasi, tahfidzul Quran, program keagamaan, karakter religius, Madrasah Ibtidaiyah.