ABSTRAK Siti Musidah, “Hubungan antara pembiasaan 3S (Senyum Salam Salim) dan Keteladanan Pendidik Terhadap Akhlak Anak Raudhatul Athfal Al-Kautsar Wonoasri Kecamatan Wonoasri Kabupaten Madiun ” Program Pascasarjana Pendidikan Agama Islam Institut Sunan Giri Ponorogo, 2026 Penelitian ini dilaksanakan dengan mempertimbangkan pentingnya pembentukan akhlak anak usia dini melalui pengembangan kebiasaan positif serta pemberian keteladanan oleh pendidik dalam lingkungan sekolah. Salah satu upaya yang dilakukan di RA Al-Kautsar Wonoasri Kabupaten Madiun adalah penerapan budaya 3S (senyum, salam, salim) yang terintegrasi dalam aktivitas harian sebagai bagian dari pendidikan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pembiasaan 3S dengan akhlak anak usia dini, hubungan keteladanan pendidik dengan akhlak anak usia dini, serta hubungan pembiasaan 3S dan keteladanan pendidik secara simultan terhadap akhlak anak usia dini di RA Al-Kautsar Wonoasri Kabupaten Madiun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Seluruh populasi yang terdiri atas 30 peserta didik dan 4 pendidik dijadikan sampel penelitian melalui teknik sampling jenuh (total sampling). Data diperoleh melalui angket, observasi, dan dokumentasi untuk mengidentifikasi hubungan antarvariabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan 3S memiliki hubungan yang signifikan dengan akhlak anak usia dini. Temuan ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi pada Linearity sebesar 0,013 (< 0,05) dan nilai Deviation from Linearity sebesar 0,164 (> 0,05). Sementara itu, keteladanan pendidik tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara parsial terhadap akhlak anak usia dini, yang ditandai dengan nilai signifikansi Linearity sebesar 0,305 (> 0,05), meskipun hubungan yang terbentuk tetap memenuhi asumsi linearitas. Secara simultan, pembiasaan 3S dan keteladanan pendidik memiliki hubungan dengan akhlak anak usia dini dengan nilai korelasi (R) sebesar 0,448 yang berada pada kategori sedang dan nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,201. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 20,1% terhadap pembentukan akhlak anak usia dini, sedangkan 79,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, pembiasaan 3S menjadi faktor yang lebih dominan dalam mendukung perkembangan akhlak anak dibandingkan keteladanan pendidik secara parsial, meskipun keduanya secara bersama-sama tetap memberikan kontribusi positif terhadap pembentukan akhlakul karimah pada anak usia dini. Kata Kunci: pembiasaan 3S, keteladanan pendidik, akhlak anak usia dini, pendidikan karakter, akhlakul karimah.