Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) pengaruh Pendidikan Akidah Akhlak terhadap resistensi siswa dalam menghadapi paparan negatif media sosial; (2) pengaruh Literasi Digital Islami terhadap resistensi siswa dalam menghadapi paparan negatif media sosial; dan (3) pengaruh Pendidikan Akidah Akhlak dan Literasi Digital Islami secara bersama-sama terhadap resistensi siswa dalam menghadapi paparan negatif media sosial di MI Mukhtarul Ulum Sumberejo Madiun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian eksplanatori (explanatory research). Populasi penelitian berjumlah 185 siswa MI Mukhtarul Ulum Sumberejo Madiun, sedangkan sampel sebanyak 92 siswa kelas IV, V, dan VI ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket skala Likert yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, Wilcoxon Signed Ranks Test, dan Friedman Test untuk menguji pengaruh masing-masing variabel serta kontribusi Pendidikan Akidah Akhlak dan Literasi Digital Islami terhadap resistensi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Akidah Akhlak berpengaruh signifikan terhadap resistensi siswa dalam menghadapi paparan negatif media sosial, yang ditunjukkan oleh hasil Wilcoxon Signed Ranks Test dengan nilai Asymp. Sig. = 0,000 (<0,05). Literasi Digital Islami juga berpengaruh signifikan terhadap resistensi siswa dengan nilai Asymp. Sig. = 0,004 (<0,05). Selain itu, hasil Friedman Test menunjukkan bahwa Pendidikan Akidah Akhlak dan Literasi Digital Islami secara bersama-sama berkontribusi dalam memperkuat resistensi siswa terhadap paparan negatif media sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan nilai-nilai akidah, akhlak, serta kemampuan literasi digital Islami mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam menyaring informasi, mengendalikan diri, menolak konten negatif, dan menggunakan media sosial secara bijaksana sesuai dengan nilai-nilai Islam.