Eny Lutafiyah, Hubungan Ketersediaan Fasilitas Teknologi Dan Kompetensi Digital Guru Terhadap Pemahaman Konsep Bangun Ruang Siswa Kelas VI MI Kresna Mlilir Madiun. Tesis. Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam , Pascasarjana, Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo. Pembimbing 1: Dr. Asaduddin Luqman, M.Pd.I., Pembimbing 2: Dr. Ahmad Syafi'i S.J, M.S.I. Kata Kunci: Fasilitas Teknologi, Kompetensi Digital Guru, Pemahaman Konsep, Bangun Ruang, Sekolah Dasar. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan ketersediaan fasilitas teknologi dan kompetensi digital guru terhadap pemahaman konsep bangun ruang siswa kelas VI MI Kresna Mlilir Madiun. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 131 siswa, dengan sampel sebanyak 99 responden yang dipilih menggunakan teknik Simple Random Sampling. Data dikumpulkan melalui angket untuk mengukur ketersediaan fasilitas teknologi dan kompetensi digital guru serta tes untuk mengukur pemahaman konsep bangun ruang. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, korelasi Pearson, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara ketersediaan fasilitas teknologi dengan pemahaman konsep bangun ruang (r = 0,855; p < 0,001) serta antara kompetensi digital guru dengan pemahaman konsep bangun ruang (r = 0,658; p < 0,001). Analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa kedua variabel secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pemahaman konsep bangun ruang (R = 0,887; R² = 0,786; Adjusted R² = 0,782; F = 176,387; p < 0,001). Variabel ketersediaan fasilitas teknologi memberikan kontribusi yang lebih besar (? = 0,706; t = 12,590; p < 0,001) dibandingkan kompetensi digital guru (? = 0,278; t = 4,951; p < 0,001). Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketersediaan fasilitas teknologi dan kompetensi digital guru merupakan faktor yang berperan signifikan dalam meningkatkan pemahaman konsep bangun ruang siswa. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sarana teknologi yang disertai penguatan kompetensi digital guru perlu menjadi prioritas dalam mendukung pembelajaran matematika yang lebih efektif dan bermakna.